by

PT Timah Bangun Smelter Terbesar di Bangka Barat

BABARNEWS.COM MUNTOK — Bertempat di Pabrik Peleburan atau Unit Metalurgi (UNMET) Muntok, PT Timah dan PT Wijaya Karya (WIKA) selaku main contractor menggelar Groundbreaking Ausmelt Ceremony.

Kedua perusahaan BUMN itu pun menyepakati dalam pengerjaan smelter berteknologi Ausmelt dengan kapasitas 40.000 pert tahun, di targetkan selama dua tahun.

Penandatanganan bersama dokumen serah terima lahan seluas 2,1 hektar hingga pemencetan tombol serine, menandakan bahwa pembangunan smelter terbesar di Bangka Barat akan di mulai.

Hadir pada acara Groundbreaking Ausmelt Ceremony TSL Ausmelt Project General Manajer PT Timah Tbk Achmad Samhadi, General PT Wijaya Karya (WIKA) Achmad Tri Cahyono, Kepala UNMET Muntok Wiyono, perwakilan dari PT Outotec selaku perusahaan yang akan mengembangkan teknologi canggih dalam proses peleburan dengan menggunakan sistem Ausmelt, dan beberapa petinggi PT Timah Tbk maupun PT Wijaya Karya (WIKA).

Baca Juga :  4000 Warga Rasakan Kebahagiaan Bersama BUMN 

Pembangunan smelter berteknologi Ausmelt di Bangka Barat, bertujuan menekan efesiensi produksi mineral timah. Selain itu, selain lebih efisien penggunaan tekonologi Ausmelt ini juga akan lebih menghemat energi, dan meningkatkan kapasitas produksi.

“Setidaknya ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan PT Timah Tbk menggunakan teknologi Ausmet ini. Pertama  lebih efisien, kedua hemat energi dan terkakhir meningkatkan kapasitas produksi, “ungkap General Manager PT Timah Tbk Achmad Samhadi disela sela kegiatan Groundbreaking Ausmelt Ceremony bertempat di UNMET Muntok, Kamis (30/1/2020) pagi.

Ia menambahkan penggunaan teknoloolgi Ausmelt ini pun akan menekan tingginya kadar timah yang dilakukan dengan cara produksi yang seperti sekarang ini. Sehingga, ke depan menurut Samhadi, melalui efisiensi produksi, akan lebih berkelanjutan.

“Kalau melalui cara menggunakan peleburan yang dibelakang, kadarnya lebih tinggi. Dengan cara teknologi yang akan kita gunakan ini (ausmelt,red), tentunya akan lebih sustainbility atau berkelanjutan, “tambahnya.

Baca Juga :  Clear.. Selama 14 Hari di Karantina, Tim Medis Tidak Menemukan Gejala Covid-19 Pada Karyawan PT WIKA 

Sementata itu, Kepala Unit Metalurgi Muntok Wiyono menjelaskan dalam pengerjaannya smelter ausmelt akan dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebagai tenaga supporting. Selain itu, melibatkan pelaku UMKM yang ada di Bangkw Barat.

“Berdasarkan point yang tertera di kontrak kerja antara PT Timah dan PT WIKA, untuk tenaga supporting (pendukung,red) akan melibatkan tenaga lokal. Selain itu, juga kami akan melibatkan pelaku UMKM yang ada di Bangka Barat. “Jelas Wiyono.

Wiyono pun menegaskan, pembangunan smelter berteknologi Ausmelt merupakan satu-satunya  smelter PT imah Tbk yang terbesar dan itu adanya di Bangka Barat.

“Smelter ini nantinya, akan menjadi satu satu smelter milik PT Timah yang terbesar dan itu hanya ada di Bangka Barat, “tegasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment